Di dalam dirimu
Terbentang dua cabang jalan
Jika kau menempuh salah satunya
Kau akan kembali ke tempat semula
Dan di permulaan tak ada tanda apa-apa
Sedangkan di luar dirimu
Jalan membentang ke segala arah
Begitu banyak tanda
Yang membuatmu tak henti bertanya
Dan kau diharuskan percaya
Di suatu purnama
Kau melihat sekelompok orang berpayung
menatap murung di persimpangan
Kemudian kau menghendaki keheningan
Dalam setiap siasat yang kau buat
Setiap kali kau tertidur
Kau seperti bertemu ratusan ular
Lalu kau coba meronta dan tiba-tiba terjaga
Segalanya berputar, melingkar
Tak menemukan jalan keluar
Musim demi musim berlalu
Menjelma bayangan yang memburu
Kau harus menempuh jalan
Di dalam dan di luar dirimu
Sementara kedua jalan itu
Kian memanjang, bercabang, entah ke mana.
"Too often we don't realize what we have until its gone. Too often we're too stubborn to say 'sorry, i was wrong'. Too often it seems we hurt the ones closest to our hearts. AND WE LET THE MOST FOOLISH THINGS TEAR US APART"
Minggu, 18 November 2012
Penantian
Berabad jemari melukis hati
Yang terukir di bibir senja
Bagai keras ombak menabrak karang
Aku akan tetap teguh berpegang
Aku adalah kabut dalam hembusannya
Menyelimuti ruang sunyi hatinya
Dalam gemerlap cakrawala fana
Bersenandung mengikuti jejak awan
Andai aku mampu
Membuka pintu sang waktu
Aku akan melangkah menuju cahaya
Lewati penantian yang tak pasti
Akan sekeping hati
Yang telah menyulam erat jiwa ini
Yang terukir di bibir senja
Bagai keras ombak menabrak karang
Aku akan tetap teguh berpegang
Aku adalah kabut dalam hembusannya
Menyelimuti ruang sunyi hatinya
Dalam gemerlap cakrawala fana
Bersenandung mengikuti jejak awan
Andai aku mampu
Membuka pintu sang waktu
Aku akan melangkah menuju cahaya
Lewati penantian yang tak pasti
Akan sekeping hati
Yang telah menyulam erat jiwa ini
Satu Bulan Lagi!
Ini bakal jadi post yang cuma menuh-menuhin blog. yang isinya paling separagraf doang.
Mungkin anda heran kalau saya terus membicarakan hal ini. hal apa? satu bulan lagi ada apa?
SATU BULAN LAGI BAGI RAPOT!!!
bukan senang karena nilai bagus, bukan juga khwatir karena takut nilai jelek. tapi bahagia cetar membahana(?) karena semakin cepat saya lulus!!!! meskipun ini masih kelas dua. tinggal setengah perjalanan lagi saya keluar dari sekolah ini!!!
ini post memang gak ada bibit bebet bobotnya sama sekali. hanya ingin menumpahkan rasa senang saya yang udah mulai over dosis.
dan entah penting atau enggak, benar atau salah, mau nerusin baca atau engga, itu bebas, terserah rah rah rah. tapi ini penting buat saya. dari saat sejak masuk sekolah ini saya selalu berdoa biar nanti pas udah lulus, saya bisa kuliah di jurusan yang saya mau, kedokteran! bukan farmasi kayak sekarang ini!
entah doanya salah atau benar, tapi itu manusiawi kan? punya hal yang diinginkan dan ada hal yang dibenci.
karena satu tahun setengah itu gak bakal kerasa, dan mau gak mau mungkin saya bakalan les. ngejar materinya anak-anak sma. karena pasti yang di snptn kan soal-soal dari pelajaran sma yang jauh banget sama anak smk. berdoa sama Tuhan, dan usaha. semangat viiiin. SEMANGAAAAATTT!!! dan saya juga percaya, kalau Tuhan udah siapin yang terbaik buat saya ;')
Mungkin anda heran kalau saya terus membicarakan hal ini. hal apa? satu bulan lagi ada apa?
SATU BULAN LAGI BAGI RAPOT!!!
bukan senang karena nilai bagus, bukan juga khwatir karena takut nilai jelek. tapi bahagia cetar membahana(?) karena semakin cepat saya lulus!!!! meskipun ini masih kelas dua. tinggal setengah perjalanan lagi saya keluar dari sekolah ini!!!
ini post memang gak ada bibit bebet bobotnya sama sekali. hanya ingin menumpahkan rasa senang saya yang udah mulai over dosis.
dan entah penting atau enggak, benar atau salah, mau nerusin baca atau engga, itu bebas, terserah rah rah rah. tapi ini penting buat saya. dari saat sejak masuk sekolah ini saya selalu berdoa biar nanti pas udah lulus, saya bisa kuliah di jurusan yang saya mau, kedokteran! bukan farmasi kayak sekarang ini!
entah doanya salah atau benar, tapi itu manusiawi kan? punya hal yang diinginkan dan ada hal yang dibenci.
karena satu tahun setengah itu gak bakal kerasa, dan mau gak mau mungkin saya bakalan les. ngejar materinya anak-anak sma. karena pasti yang di snptn kan soal-soal dari pelajaran sma yang jauh banget sama anak smk. berdoa sama Tuhan, dan usaha. semangat viiiin. SEMANGAAAAATTT!!! dan saya juga percaya, kalau Tuhan udah siapin yang terbaik buat saya ;')
Minggu, 11 November 2012
Sebentar lagi
Hai, sebenernya gak niat nulis, pengen menuh-menuhin isi blog aja :p
sekarang bulan november, terus? gue harus makan masako dan minum baygon gitu? atau lompat dari atas gedung dan manggil wartawan? -__-
*tobat tobat* ini november dan sebentar lagi UAS! sebentar lagi bagi rapot! sebentar lagi semester 4! sebentar lagi pkl! sebentar lagi kelas 12! sebentar lagi ujian depkes! sebentar lagi UN! sebentar lagi lulus!!!! horeeeeee keluar juga dari sekolah ini, itu yang paling penting:D
gak tau kenapa rasanya pengen cepet-cepet lulus, pengen cepet jadi mahasiswa, pengen cepet sukses dan bahagiain orang tua :') yah, semoga panjang umur dulu sih.
kadang-kadang ngerasa capek, entah capek hidup atau capek bergulat sama pelajaran-pelajaran yang gak aku suka. sama hal-hal yang gak aku suka. meskipun diantara semua itu ada yang mewarnainya, teman kita. tapi tetep aja.........capek mah ya capek.
kalau hidup lagi dinikmati emang waktu terasa cepat berlalu, cepat banget malah. pasti ngomongnya tuh, gak kerasa ya udah..... gak kerasa ya udah...... gak kerasa ya udah.... dan semacamnya lah
tapi kalau lagi inget tugas, ulangan, dan sekolah di jurusan yg kita gak suka itu....... waktu sehari aja kayak seabad!
kadang mikir, bodo amat lah mau nilai kayak apa, ntar ada remedial, ada tugas, dan lulus yang penting. jelas itu pemikiran yang sederhana dan menyesatkan.
kadang mikir, pokoknya harus bisa dapet nilai bagus! jangan remedial! dan masuk sepuluh besar, 5 besar, 3 besar, 1 besar! pikiran yang bagus sih, tapi... emang rada kayak maksain dan ambisius banget. malah capek ke diri sendiri.
nah sekarang, pemikirannya malah lebih ngaco lagi, jalanin aja, hari ini pasti terlewati. nahkan? pemikiran tidak berbobot macam apa coba itu? -_-
seiring berjalannya waktu, semoga pemikirannya semakin dewasa dan semoga bisa milih satu dari yang terbaik *doain diri sendiri* karena hidup itu emang pilihan, mau ke kanan atau ke kiri, mau santai atau semangat, mau males atau rajin, mau kaya atau miskin, mau jadi orang luar biasa atau biasa aja?
semua pilihan sah-sah aja, iya kan? asal nyaman dan gak merugikan diri sendiri. gak usah liat kanan-kiri, gak usah liat orang lain. itu sama aja gak percaya diri!
oke?
iya gue tau, ini tulisan gak bermutu, suruh siapa baca? ya kan? kalau udah terlanjur baca yaudahlah, ambil positifnya aja(?) hihi
sekarang bulan november, terus? gue harus makan masako dan minum baygon gitu? atau lompat dari atas gedung dan manggil wartawan? -__-
*tobat tobat* ini november dan sebentar lagi UAS! sebentar lagi bagi rapot! sebentar lagi semester 4! sebentar lagi pkl! sebentar lagi kelas 12! sebentar lagi ujian depkes! sebentar lagi UN! sebentar lagi lulus!!!! horeeeeee keluar juga dari sekolah ini, itu yang paling penting:D
gak tau kenapa rasanya pengen cepet-cepet lulus, pengen cepet jadi mahasiswa, pengen cepet sukses dan bahagiain orang tua :') yah, semoga panjang umur dulu sih.
kadang-kadang ngerasa capek, entah capek hidup atau capek bergulat sama pelajaran-pelajaran yang gak aku suka. sama hal-hal yang gak aku suka. meskipun diantara semua itu ada yang mewarnainya, teman kita. tapi tetep aja.........capek mah ya capek.
kalau hidup lagi dinikmati emang waktu terasa cepat berlalu, cepat banget malah. pasti ngomongnya tuh, gak kerasa ya udah..... gak kerasa ya udah...... gak kerasa ya udah.... dan semacamnya lah
tapi kalau lagi inget tugas, ulangan, dan sekolah di jurusan yg kita gak suka itu....... waktu sehari aja kayak seabad!
kadang mikir, bodo amat lah mau nilai kayak apa, ntar ada remedial, ada tugas, dan lulus yang penting. jelas itu pemikiran yang sederhana dan menyesatkan.
kadang mikir, pokoknya harus bisa dapet nilai bagus! jangan remedial! dan masuk sepuluh besar, 5 besar, 3 besar, 1 besar! pikiran yang bagus sih, tapi... emang rada kayak maksain dan ambisius banget. malah capek ke diri sendiri.
nah sekarang, pemikirannya malah lebih ngaco lagi, jalanin aja, hari ini pasti terlewati. nahkan? pemikiran tidak berbobot macam apa coba itu? -_-
seiring berjalannya waktu, semoga pemikirannya semakin dewasa dan semoga bisa milih satu dari yang terbaik *doain diri sendiri* karena hidup itu emang pilihan, mau ke kanan atau ke kiri, mau santai atau semangat, mau males atau rajin, mau kaya atau miskin, mau jadi orang luar biasa atau biasa aja?
semua pilihan sah-sah aja, iya kan? asal nyaman dan gak merugikan diri sendiri. gak usah liat kanan-kiri, gak usah liat orang lain. itu sama aja gak percaya diri!
oke?
iya gue tau, ini tulisan gak bermutu, suruh siapa baca? ya kan? kalau udah terlanjur baca yaudahlah, ambil positifnya aja(?) hihi
Minggu, 14 Oktober 2012
Angin di Persimpangan
Gerimis menemani langkahku
Saat angin enggan mendorong awan semu
Semarak dedaunan berlari memanggilku
Berteriak semakin mendorong langkahku
Persimpangan ini menjadi mata
Ketika waktu tak henti-henti berdetak
Dan seketika waktu mengunci semua kata
Hanya angin lalu yang sanggup berteriak
Kata-kata terbiuskan angin
Menggigil menusuk diri
Kulihat awan pun berpaling
Tersadarlah aku saat matahari kembali berdiri angkuh
Saat angin enggan mendorong awan semu
Semarak dedaunan berlari memanggilku
Berteriak semakin mendorong langkahku
Persimpangan ini menjadi mata
Ketika waktu tak henti-henti berdetak
Dan seketika waktu mengunci semua kata
Hanya angin lalu yang sanggup berteriak
Kata-kata terbiuskan angin
Menggigil menusuk diri
Kulihat awan pun berpaling
Tersadarlah aku saat matahari kembali berdiri angkuh
Cerita Kita
Di padang sunyi pasar cerita kita
Kuselipkan rasa saat bersama
Masih ada derai tawa pada bunga rumput yang bertebaran
Senyum yang kita tanam tampak bertunas baru
Kelengangan adalah saat binatang menari di ujung telunjuk
Menjadikan mata empat arah angin
Hari menjadi kanvas yang kita cipratkan airmata duka dan bahagia
Kularung salam dalam bulir yang hanyut dari telagaku
Saat cinta menghempaskan kita di jurang perpisahan
Adakah awan yang sama akan kujumpai kembali?
Meski suaramu yang bertengger di sapu-sapu tak lagi bergetar
Kuselipkan rasa saat bersama
Masih ada derai tawa pada bunga rumput yang bertebaran
Senyum yang kita tanam tampak bertunas baru
Kelengangan adalah saat binatang menari di ujung telunjuk
Menjadikan mata empat arah angin
Hari menjadi kanvas yang kita cipratkan airmata duka dan bahagia
Kularung salam dalam bulir yang hanyut dari telagaku
Saat cinta menghempaskan kita di jurang perpisahan
Adakah awan yang sama akan kujumpai kembali?
Meski suaramu yang bertengger di sapu-sapu tak lagi bergetar
Tuhan, Jadikan Aku Batu Karang
Kukubur gelisah dalam-dalam
di ceruk, yang dalamnya tak terkatakan
Lalu kubawa dengan gerak cahaya menjauh darimu
Menghitung jarak antara usia pertama hingga akhir tiba
Sedang nyala luka yang kau tiupkan
dengan sihir yang melantakkan peta masa depan
Miniatur menjulang yang kubangun
dari kumpulan hari yang kutumpuk,
rindu jadi tiang langit
kau lempar dekat perapian
Kuurai benang yang kau rekat kuat-kuat
dengan keringat dan air mata
juga duri-duri mawar kata yang kau serahkan
berserakan di pelataran sepiku
Kueja luka dan Dia menjanjikan tawa
Kubuka gelisah diam-diam
kubuka sepucuk surat yang dialamatkan kepada nasibku
kubaca dengan gagah, kuiris hatiku sendiri
Jadilah aku laut yang debur, malam ini
Kupungut peta mimpiku
Kuluruskan, jadi album berjuta luka
Jadi kertas yang ditancap duri-duri mawar
Aku getir, geliat
Ingin memusnahkan kata-kata
Tuhan, jadikan aku batu karang yang kuat
Menopang hari-hari di depanku
di ceruk, yang dalamnya tak terkatakan
Lalu kubawa dengan gerak cahaya menjauh darimu
Menghitung jarak antara usia pertama hingga akhir tiba
Sedang nyala luka yang kau tiupkan
dengan sihir yang melantakkan peta masa depan
Miniatur menjulang yang kubangun
dari kumpulan hari yang kutumpuk,
rindu jadi tiang langit
kau lempar dekat perapian
Kuurai benang yang kau rekat kuat-kuat
dengan keringat dan air mata
juga duri-duri mawar kata yang kau serahkan
berserakan di pelataran sepiku
Kueja luka dan Dia menjanjikan tawa
Kubuka gelisah diam-diam
kubuka sepucuk surat yang dialamatkan kepada nasibku
kubaca dengan gagah, kuiris hatiku sendiri
Jadilah aku laut yang debur, malam ini
Kupungut peta mimpiku
Kuluruskan, jadi album berjuta luka
Jadi kertas yang ditancap duri-duri mawar
Aku getir, geliat
Ingin memusnahkan kata-kata
Tuhan, jadikan aku batu karang yang kuat
Menopang hari-hari di depanku
Langganan:
Postingan (Atom)